Rabu, 06 September 2017

Sepasang mata selalu terbuka di pagi hari
Sepasang mata selalu punya tatapnya sendiri sendiri
Sepasang mata bila tanpa cahaya hanya ada gelap disana sini
Seperti matahari cintamu selalu memberikan warna warni dalam hidup ini
Selamat pagi honey, semangat sampai senja datang menghampiri

schTz
Solo, 6 Sept 2017

Share:

Selasa, 15 Agustus 2017

Negeriku Demokrasi ????

Negeriku Demokrasi
Iyaaa, demokrasi yang paling demokrasi
Dari semua yang demokrasi
Orang bebas berbicara sesuka hati
Orang bebas berbuat sesuka hati
Tak peduli apapun yang penting demokrasi

Negeriku Otoriter
Iyaaa, otoriter yang paling otoriter
Dari semua semua keotoriteran yang ada
Anak anak muda dibungkam suaranya
Diberedel pendapatnya
Pikirannya dibungkam oleh sesuatu yg bernama uang

Negeriku butuh uang
Tidak, negeriku tidak butuh uang
Tapi negeriku selalu hutang

Negeriku kaya raya
Iyaa, kaya raya
Sampai sampai masyarakatnya malas untuk berbuat apa apa
Dibodohin dan dijadikan budak di negerinya sendiri
Tersingkir dan terasing
Di dalam tempurung yang dibuatnya sendiri

Ohh Negeriku
Negeriku adalah kekasihku
Akan aku kujaga dan kurawat sampai akhit hayatku

Dirgahayu Negeriku
72

schTz
Solo, 15 Agustus 2017

Share:

Selasa, 08 Agustus 2017

Puisi untuk D.K

Gadis kecilku
Walaupun Aku tak punya cara untuk menghiburmu
Tapi aku akan selalu ada waktu ketika kamu membutuhkanku
Walaupun sedang tak disampingmu, doa-doaku akan selalu menyertaimu

Gadis kecilku
Walaupun aku penikmat senja, aku tak mau kamu menjadi senja dalam hidupku
Jadilah langit yang mencakrawala, yang mampu menyelimuti keangkuhan dan kesombongan sikapku

Gadis kecilku
Aku bukanlah kapal-kapal yang sedang berlabuh dalam pelabuhan perasaanmu
Aku adalah samudra yang selalu menggetarkan pelabuhan itu
Agar kau tau, bahwa hidup selalu dinamis dan penuh getaran gelombang yang tak terduga

Gadis kecilku
Aku bukanlah rintik hujan yang mampu menghapuskan rasa gerah dan kesuntukanmu
Jangankan menghapuskan, meredakannya saja mungkin aku belum sanggup
Walaupun kamu bisa "cekikikan" di tengah hujan
Tapi kesedihanmu belum bisa aku redamkan

Gadis kecilku
Aku menunggumu tanpa batas ruang dan waktu
Untuk bercerita tentang indahnya laut biru
Pejamkan sejenak matamu, lelapkan tidurmu
Esok hari yang cerah selalu menantimu,
untuk mewujudkan semua mimpi dan cita2mu

Gadis kecilku
Asal kau tau
Kata kata ini hanyalah sebuah sampah
Yang tak mungkin bisa kamu bersihkan
Karena ketika kamu hapus akan muncul lagi
Sampah kataku ini sudah seperti debu yang berterbangan di alam pikiranku
Pikiranku yang selalu penuh dengan senyum manismu


schTz
Solo, 9 Agustus 2017

Share:

Sabtu, 22 Juli 2017

Via Valen Sang Pemburu Tikus


Acara musik yang di waktu pagi itu ternyata masih ada, saya kira sudah hilang ditelan massa. Acara itu penuh rejeki karena tidak hanya yang tampil di panggung saja yang dibayar, tetapi penontonnya juga ikut dibayar, gimana gak asyik coba, eh, “wor” Kamu mau ikut?, rayuan gareng kepada bawor (nama lain bagong). Dari pada kamu cuma luntang lantung ga jelas di terminal sambil malakin anak-anak yang bolos sekolah mending besuk ikut saya aja.
Bawor memang terkenal sebagai pemuda pengangguran dan nakal di desanya kerjaannya cuma ngamen dan nongkrong di terminal bus antar desa, tapi jangan salah, nakalnya bawor adalah nakal terhadap anak-anak sekolah yang suka bolos, semacam robinhood gitu. Karena dulu bawor ga bisa ngelanjutin sekolah menengah nya dikarenakan kesulitan biaya dan mahalnya masuk sekolah. Sebentar Reng “sahut bawor sambil menyalakan batang rokoknya, tak berpikir dulu, besuk ini hari sabtu, biasanya hari sabtu itu banyak anak-anak bolos sekolah di terminal untuk sekedar playstation dan main ding-dong. Acaranya di mana sih Reng, Tanya bawor?. Acaranya di taman dekat kantor Bupati, lumayan wor nanti dapat uang bayaran juga kok. Heheuu.
Selamat pagi, sudah pada sarapan belum ini, salam suara presenter dari atas panggung. Via Valen pun langsung tampil di atas panggung dengan lagu “sayang” yang menjadi andalannya. Sudah hampir 5 lagu sudah dinyanyikan oleh via valen, mulai dari lagu selingkuh, kimcil kepolen sampai dengan cover lagu dari virgoun “surat cinta untuk starla” dan lainnya.
Tiba-tiba sebelum via valen untuk beristirahat dia membuka topeng yang selama ini menempel di wajah cantiknya. Jrengggg, ternyata wajah limbuk yang berada di balik topeng wajah via valen yang cantik itu. Seketika penggemar via valen dan jagat alayer yang sedang menyaksikan pada membuat onar di lapngan. Dari tengah kerumunan Bawor teriak paling keras, Juancukkk..!!!, ternyata kamu to mbuk, orang yang berada di balik via valen itu.
Usut punya usut limbuk itu adalah teman main Gareng dan Bawor di desa bluluktibo. Tetapi sudah 10 tahun ini Limbuk pergi dari desanya, entah untuk keperluan apa si Limbuk pergi ke Ibukota. Ternyata Limbuk sudah tiga tahun ini menjadi anggota penyidik Komisi Permberatasan Korupsi (KPK) di Negeri awang-awang.
Keributan penonton masih berlangsung dan menjadi sangat gaduh, mengalahkan kegaduhan anggota Dewan ketika sedang melaksanakan rapat paripurna untuk membuat Rancangan Undang-Undang pemilihan umum. Untuk menenangkan keributan penonton, seorang bapak-bapak naik ke atas panggung dengan membawa gitarnya, seketika itu juga bapak-bapak yang wajahnya dimirip-miripkan dengan virgiawan listanto itu menyanyikan sebuah lagu :

“Kisah usang tikus-tikus kantor, yang suka berenang di sungai yang kotor.
Kisah usang kehidupan koruptor, yang bisa keluar dari bilik penjara yang kotor
Tikus tahu sang kucing datang, kasih roti kucing pun menghilang”

Sebelum bapak-bapak itu menyelesaikan lagunya, terdengar suara sirene polisi sangat keras sekali, wiyu wiyu wiyu dengan dihiasi kemerlip cahaya lampu di atas mobil Penonton jadi tambah panik, ada apa ini sebenarnya. Hanya bawor dan gareng yang tidak panik, mereka duduk di bawan pohon talok sambil rokokan, sambil berbisik lirih bawor tanya pada Gareng, Reng ini nanti kita di bayar gak ini??.. Asu kamu gong, situasi begini masih mikirin uang aja. Eh, tadi di mana si Limbuk itu ya,?
Kejadian di atas panggung itu masih berlangsung, pemuda alay yang sedang menyanyi dan wajahnya dimirip-miripkan dengan iwan fals itu ternyata adalah gayus tambunan seorag bapak-bapak pegawai pajak yang sudah menjadi tersangka kasus korupsi. Tanpa basa-basi Limbuk pun akhirnya langsung menangkap bapak yang diduga adalah gayus. Tak lama berselang Petruk langsung turun dari mobil wiyu–wiyu yang dikendarainya, Petruk yang sedang dipromosikan menjadi Kanit Reskrim langsung mengeluarkan borgol untuk menyergap bapak-bapak yang diduga gayus tersebut.
Sudah hampir satu tahun ini Limbuk memang menyamar sebagai via valen untuk menyelidiki tikus-tikus yang sedang menyamar membuat perkumpulan alay untuk mengalirkan dan hasil korupsinya. Agar tidak ketahuan dan tidak di curigai transaksi suap menyuap dilangsungkan ketika acara-acara musik seperti ini. Ternyata tidak hanya aliran dana hasil korupsi yang dialirkan kepada kader kader parpol negeri awang-awang, peredaran narkoba juga banyak berlangsung di tempat itu.
Petruk mengerahkan anak buahnya untuk menangkap semua penonton di pagi itu termasuk Gareng dan Bawor juga ikut tertangkap dan akan dimintai keterangan. Limbuk pamit kepada Pak Petruk dan mengucapkan terimakasih, Limbuk langung pergi ke Ibukota untuk menyelidiki kasus-kasus korupsi yang sedang terjadi di negeri awang-awang ini.
 Sambil melangkah pergi Limbuk berbisik kepada Pak Petruk, "Tolong lepaskan saja Gareng dan Bagong, mereka orang awam yang tak mengerti tentang kejamnya negeri ini". heheuu....



schTz
Solo, 16 Juli 2017 (awal tulisan ini dibuat)

Manado, 22 Juli 2017 (akhir tulisan ini selesai)
Share:

Selasa, 04 Juli 2017

Celoteh Dunia Maya

Hidup sudah nyata, kenapa harus menjadi maya
Namanya juga maya, jadi wajar kalau kebohongan ada dimana-mana
Silahkan saja kalau ingin memasukinya
Tapi awas kalau pijakan kaki kalian ga kuat, kalian akan terseret oleh deras arusnya

Hidup di dunia maya
Hanya sekedar berita, berita dan berita
Informasi, informasi, dan informasi
Kalian cuma menjadi obyek
Obyek dari sebuah grand desain penghancuran

Hidup di dunia maya
Berkerumun, bergerombol dan saling "ngrasani" satu sama lain tanpa bertatap muka
Sudah terlalu mainstream untuk percaya pada berita tivi nasional
Tapi disihir untuk menjadi obyek dari sumber yang tidak jelas
Tivi nasional saja sangat besar kemungkinan utk berbohong apalagi sumber yang ga jelas, kemungkinan bohonngya akan lebih besar

Hidup di dunia maya
Tinggal ketik dan klik, Sehingga lupa dengan kerasnya hidup di dunia nyata
Karena banyak aturan dan sopan santun yang harus dimiliki dan dimengerti

Dunia maya dan dunia nyata
Kehidupan mana yang sebenarnya
Hidup di dunia nyata adalah hidup di dunia yang semaya-mayanya dunia
Kita tidak ada dan tidak hidup
Kita hanya diadakan dan dihidupkan oleh Sang Maha Pencipta Dunia

schTz
Solo, 4 Juli 2017

Share: