Parade sajadah,
Telah memasuki episode terakhir,
Lembaran lembaran nya sudah digulung berganti dengan lembaran lembaran pakaian.
Minggu, 18 Juni 2017
Minggu, 28 Mei 2017
Sajak Perempuan dan Mawar
Sabtu, 20 Mei 2017
Riuh rendah kata dan berita
Keriuhan berita2 itu merasuki pikiranku
Tanpa henti menghujam seperti butiran mesiu
Inikah kebebasan bersuara
Dulu saya tau sekali setiap kata dibredel
Apabila tidak seirama dan sejalan dg kata penguasa
Sekarang kata2 itu berderet-deret
Bejajar-jajar
Di pasar
Di warung kopi
Di media sosial
Kata2 itu terangkai menjadi sebuah berita
Mereka lontarkan berita2 tanpa sekat
Tanpa batasan
Tanpa tanggung jawab
Bahkan tanpa memikirkan akibat yg ditimbulkan
Apakah bermanfaat atau mudarat ?
Atas nama kebebasan
Mereka saling serang tidak lagi secara fisik
Bahkan fisiknya pun tidak pernah saling bertemu tapi mereka berseberangan dan saling menghadang, walaupun tak pernah sekalipun bertemu
Atas nama ideologi
Mereka mempertahankan diri
Bahkan rela sampai mati, dan meyakini bahwa berita nya paling benar meskipun mereka tahu berita yg dibuat di rekayasa sedemikian rupa
Yang lain pun begitu
Duarrrr
Tanpa pikir panjang mereka lontarkan berita
Ilmu yg masih seujung kuku selalu menggurui setiap waktu
Dooorrr
Hanya dengan jempol dan jari telunjuk sang pengikutpun melontarkan berita2 itu seperti mesiu
Suara hati dibidik dan dimatikan kepekaannya
Jrengggg
Suara alunan melodi indah alam berubah menjadi
Suara alunan yg membosankan
Di sana sini kebencian di dendangkan
Di teriakkan dan di kobarkan
Heheuuu
Kemudian ditempat lain setan pun tertawa
Menyaksikan ulah manusia
Atas Nama Tuhan
Mereka bercinta dg cara memperkosa
Tuhan diancam dengan doa2
A melaknat B
Dan B melaknat A
C diam saja malah dimusuhi A dan B
Akupun kemudian terbangun dari tidur di dunia ini
Semoga berita2 itu hanya ada di dalam mimpi
Karena dunia dan bumi ini adalah kenyataan yg terbalut mimpi
Yang abadi selalu menanti setelah raga ini tak lagi disini
schTz
Solo, 20 Mei 2017
Jumat, 24 Februari 2017
Kata dan Dosa
Bila ucapan kata2 manusia itu berwujud
Entah sudah berapa banyak ruang terpenuhi
Beribu kilo
Beribu liter
Beribu meter
Terpakai untuk menampungnya
Bila perbuatan dosa2 manusia juga berwujud
Entah sudah berapa galaxy terpehuni
Hanya untuk menampungnya
Angkasa sudah tak mampu lagi menyediakan ruang kosong untuknya
Udara sudah penuh sesak dengan dosa
Sampai2 bernafas pun mungkin yg dihirup adalah dosa
Dosa yg mereka ciptakan sendiri
Lalu dihirupnya sendiri
Bersin keluar dosa
Batuk keluar dosa
Kencing pun keluar dosa
Sampai2 kotoran pun tak mampu keluar dari lobang anus mereka
Karena kotoran itu takut, bila keluar mereka akan ketemu dosa yg diciptakan tuan mereka
Burung2 tak lagi bisa terbang
Bukan karena lumpuh atau sayapnya patah
Tapi karena tak ada tempat lagi
Tak ada lagi ruang kosong
Semua sudah sesak dipenuhi kata dan dosa manusia
Tumbuhan tak bisa lagi menumbuh rantingnya
Bukan karena tak mendapat sinar matahari
Tapi karena mereka sudah tak bisa menjulurkan rantingnya, bahkan menumbuhkan daunnya
Semuanya sudah sesak dipenuhi kata dan dosa manusia
Hingga suatu hari burung2 itu mati
Jatuh bertubi2 dari angkasa lalu memenuhi bumi
Jalanan jadi penuh dengan bangkai burung
Manusia pun jg masih tak sadar,
Bau2 bangkai sudah terbiasa mereka cium
Seperti halnya mereka selalu berkawan dg bangkai
Bangkai dari jenis mereka sendiri
Mereka saling berlomba untuk menciptakan kata dan dosa
Lalu di suatu pagi
Langit terlihat gelap, matahari sudah tak mampu menyinari bumi
Sinar matahari sudah tertutup oleh kata dan dosa manusia
Tumbuh2an pun mati dahannya berserakan dan berjatuhan menimpa rumah dan gedung2 megah yang tercipta dari keserakahan manusia
Dan pada akhirnya manusia pun mati
Tertimpa Kata dan Dosa yang mereka ciptakan sendiri
schTz
24.02.2017
Kamis, 09 Februari 2017
Wujud
Wujud-Mu tak bisa digambarkan
Kalau pun bisa, itu hanya persepsiku mengenai wujud-Mu.
Tuhan tak perlu wujud tapi selalu ada
Yang membuatnya tiada adalah ketidaktahuan manusia tentang siapa penciptanya.
#schTz
09-02-2017